Menjelaskan faktor-faktor yang ada pada mesin tiket otomatis ini.
• Faktor Psikologi
mesin ini didesain untuk dapat dimengerti dari anak-anak sampai orang tua, karena penggunaan mesin ini sangat mudah.
• Faktor Ergonomis
Dari faktor ergonomis mesin ini memiliki tata letak yang sederhana,rapih dan desainnya cukup menarik. Dari segi warna, warna latar sangat biasa.
• Faktor kecerdasan buatan
Menurut saya dalam mesin ini faktor ini sudah ada, karena dalam mesin ini ditampilkan info-info diskon, film-film yang akan datang, dll
• Faktor teknik penulisan
Menurut saya jenis tulisan yang digunakan yaitu arial dan ukuran nya 15. Tidak ada hiasan dalam penulisan.
• Faktor multimedia
Mesin ini menyediakan hiburan untuk si pembeli tiket misalnya film singkat dan permainan yang sederhana dan mesin ini dilengkapi dengan internet.
• Faktor rekayasa perangkat lunak
Mesin ini dibangun dengan sistem yang canggih dan efisien karena dalam mesin ini sangat banyak sekali info yang tersedia.
Halak Batak
Cinta Batak. www.gunadarma.ac.id
Kamis, 14 Juni 2012
Mesin tiket otomatis
Menjelaskan faktor-faktor yang ada pada mesin tiket otomatis ini.
• Faktor Psikologi
mesin ini didesain untuk dapat dimengerti dari anak-anak sampai orang tua, karena penggunaan mesin ini sangat mudah.
• Faktor Ergonomis
Dari faktor ergonomis mesin ini memiliki tata letak yang sederhana,rapih dan desainnya cukup menarik. Dari segi warna, warna latar sangat biasa.
• Faktor kecerdasan buatan
Menurut saya dalam mesin ini faktor ini sudah ada, karena dalam mesin ini ditampilkan info-info diskon, film-film yang akan datang, dll
• Faktor teknik penulisan
Menurut saya jenis tulisan yang digunakan yaitu arial dan ukuran nya 15. Tidak ada hiasan dalam penulisan.
• Faktor multimedia
Mesin ini menyediakan hiburan untuk si pembeli tiket misalnya film singkat dan permainan yang sederhana dan mesin ini dilengkapi dengan internet.
• Faktor rekayasa perangkat lunak
Mesin ini dibangun dengan sistem yang canggih dan efisien karena dalam mesin ini sangat banyak sekali info yang tersedia.
Jumat, 27 April 2012
Sabtu, 24 Maret 2012
Menjelaskan Web
Web:ferdothetwins.blogspot.com
Faktor psikologis
web ini di desain untuk mahasiswa, karena yang ditonjolkan dari web ini yaitu pembahasan-pembahasan yang butuh konsentrsi tinggi.
Faktor ergonomis.
Dari faktor ergonomis web ini memiliki tata letak cukup rapih tapi masih kurang di desian lagi supaya lebih menarik lagi, dari segi warna, web ini sangat minim, hal ini yang memungkinkan kurang daya tarik bagi orang yg ingin berkunjung ke web ini.
Faktor kecerdasan buatan
Menurut saya dalam web ini faktor kecerdasan buatan tidak ada, karena web ini tidak menyediakan info-info tambahan bagi si pembaca. Missal, bagian sidebar sebelah kiri diisi oleh berita-berita yang sedang update saat ini.
Faktor teknik penulisan
Menurut saya web ini menggunakan jenis font arial dengan warna hitam. Setiap judul ukuran tulisan lebih besar.
Faktor multimedia
Web ini tidak menyediakan hiburan untuk si opembaca missal: web ini di beri video,mp3 agar si pembaca bisa terhibur adanya multimedia yang di sediakan.
Faktor rekaya perangkat lunak
Web ini dibangun dengan system yang kurang efisien dan efektif karena web ini tidak ada plus nya untuk mendapatkan info-info lebih.
Faktor psikologis
web ini di desain untuk mahasiswa, karena yang ditonjolkan dari web ini yaitu pembahasan-pembahasan yang butuh konsentrsi tinggi.
Faktor ergonomis.
Dari faktor ergonomis web ini memiliki tata letak cukup rapih tapi masih kurang di desian lagi supaya lebih menarik lagi, dari segi warna, web ini sangat minim, hal ini yang memungkinkan kurang daya tarik bagi orang yg ingin berkunjung ke web ini.
Faktor kecerdasan buatan
Menurut saya dalam web ini faktor kecerdasan buatan tidak ada, karena web ini tidak menyediakan info-info tambahan bagi si pembaca. Missal, bagian sidebar sebelah kiri diisi oleh berita-berita yang sedang update saat ini.
Faktor teknik penulisan
Menurut saya web ini menggunakan jenis font arial dengan warna hitam. Setiap judul ukuran tulisan lebih besar.
Faktor multimedia
Web ini tidak menyediakan hiburan untuk si opembaca missal: web ini di beri video,mp3 agar si pembaca bisa terhibur adanya multimedia yang di sediakan.
Faktor rekaya perangkat lunak
Web ini dibangun dengan system yang kurang efisien dan efektif karena web ini tidak ada plus nya untuk mendapatkan info-info lebih.
Kamis, 22 Maret 2012
Sabtu, 19 November 2011
PERT
Sebenarnya PERT sama dengan CPM yaitu sama-sama digunakan dalam perencanan dan pengendalian proyek. Kedua-duanya mendeskripsikan aktifitas-aktifitas proyek dalam jaringan kerja. Dan dari jaringan tersebut, mampu dilakukan berbagai analisis untuk pengambilan keputusan tentang waktu, biaya, serta penggunaan sumber daya. PERT menggunakan tiga jenis waktu,yaitu: prakiraan waktu teroptimis, termungkin, dan terpesimis.
PERT memiliki kepanjangan Program evolution Review Technique. Pengertian tentang PERT adalah alat manajemen proyek untuk melakukan suatu penjadwalan. Tujuan PERT adalah mencapai suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan suatu proyek.
Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya pngenundaan maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secarah menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilknanya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan telebih dahulu sebelum dilaksanakan.
Perencanaan Dengan PERT.
1. Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk setiap aktivitas
2. Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah yang telah direncanakan
3. Mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuhnya.
4. Menetapkan suatu jalur kritis
5. Membuat suatu diagram jaringan
6. Melakukan pembaharuan diagram PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Sumber:
http://id.shvoong.com/business-management/management/1698755-perbedaan-cpm-dengan-pert/#ixzz1eDAJ1dA1
http://faisalsk.blogspot.com/2011/11/pengertian-dari-pert.html
PERT memiliki kepanjangan Program evolution Review Technique. Pengertian tentang PERT adalah alat manajemen proyek untuk melakukan suatu penjadwalan. Tujuan PERT adalah mencapai suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan suatu proyek.
Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya pngenundaan maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secarah menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilknanya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan telebih dahulu sebelum dilaksanakan.
Perencanaan Dengan PERT.
1. Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk setiap aktivitas
2. Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah yang telah direncanakan
3. Mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuhnya.
4. Menetapkan suatu jalur kritis
5. Membuat suatu diagram jaringan
6. Melakukan pembaharuan diagram PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Sumber:
http://id.shvoong.com/business-management/management/1698755-perbedaan-cpm-dengan-pert/#ixzz1eDAJ1dA1
http://faisalsk.blogspot.com/2011/11/pengertian-dari-pert.html
Senin, 17 Oktober 2011
Critical Path dan WBS
Analisis jalur kritis atau critical path method (CPM) adalah alogaritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas proyek. CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek. Critical Path Method dikembangkan tahun 1950-an oleh Morgan R. Walker dari DuPont dan James E. Kelley, Jr. dari Remington Rand.
WBS (Work Breakdown Structure ) suatu daftar yang harus dimiliki oleh setiap orang sebelum mengerjakan proyek. WBS merupakan langkah-langkah pengerjaan suatu proyek menjadi unit terkecil yang mempunyai arti dan saling berhubungan.kita membuat WBS untuk keperluan planning dan control setiap aktifitas dalam pengerjaan proyek.
Sumber: http://bayuzu.blogspot.com/2010/10/work-breakdown-structure-wbs.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_jalur_kritis
WBS (Work Breakdown Structure ) suatu daftar yang harus dimiliki oleh setiap orang sebelum mengerjakan proyek. WBS merupakan langkah-langkah pengerjaan suatu proyek menjadi unit terkecil yang mempunyai arti dan saling berhubungan.kita membuat WBS untuk keperluan planning dan control setiap aktifitas dalam pengerjaan proyek.
Sumber: http://bayuzu.blogspot.com/2010/10/work-breakdown-structure-wbs.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_jalur_kritis
Sabtu, 24 September 2011
Manajemen Proyek dan Resiko
MANAJEMEN PROYEK
Dari pengertian proyek, proyek merupakan suatu tugas yang perlu di teliti dan di pikirkan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara lengkap serta harus diselesaikan dalam suatu periode atau waktu tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan. Sedangakan Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.
Manajemen sebuah proyek harus dipandang sebagai sebuah pekerjaan sekali waktu. Sedangkan kata "proyek" bermakna sebuah pekerjaan besar yang sangat besar kemungkinannya tidak terulang pada jangka waktu tertentu dimasa depan. Proses-proses dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : 'initiating process, planning process, executing process, controlling process dan closing process'.
Ciri – Ciri suatu Proyek
Ciri ciri suatu proyek adalah mempunyai karakteristik yang sama seperti pada pengertiannya yaitu mempunyai tujuan dan sasaran kerja yang kuat. Periode, finansial, tenaga manusia serta alat – alat yang di gunakan terbatas. Sehingga membutuhkan pengelolaan yang berbeda dari yang sudah pernah dilakukan.
Ada alasan yang menjadi tujuan utama dalam pemilihan manajemen proyek :
• Tingkat kesulitan dalam tugas-tugas yang di berikan meningkat, sehingga di perlukan ketelitian.
• Cepatnya perkembangan teori maupun praktek.
• Risiko-risiko dan biaya-biaya proyek di masa datang dapat turun.
• Biaya meningkat, lamanya bisa dipakai suatu barang menurun dan hilangnya nilai suatu barang.
Sedangkan contoh Manajemen Proyek antara lain:
1. Proyek pembuatan Robot
2. Proyek Pembuatan Website
3. Proyek Pembuatan Software
4. Proyek Pembuatan Aplikasi
5. dll.
MANAJEMEN RISIKO
Resiko atau risk, memiliki berbagai pengertian. Risiko bisa dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang mengancam benda atau seseorang dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
- Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
- Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
- Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
- Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
- Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.
Risiko dapat terjadi pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan. Risiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, pegawai, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.
sumber:http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manajemen-proyek-dan-resiko.html
Dari pengertian proyek, proyek merupakan suatu tugas yang perlu di teliti dan di pikirkan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara lengkap serta harus diselesaikan dalam suatu periode atau waktu tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan. Sedangakan Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.
Manajemen sebuah proyek harus dipandang sebagai sebuah pekerjaan sekali waktu. Sedangkan kata "proyek" bermakna sebuah pekerjaan besar yang sangat besar kemungkinannya tidak terulang pada jangka waktu tertentu dimasa depan. Proses-proses dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : 'initiating process, planning process, executing process, controlling process dan closing process'.
Ciri – Ciri suatu Proyek
Ciri ciri suatu proyek adalah mempunyai karakteristik yang sama seperti pada pengertiannya yaitu mempunyai tujuan dan sasaran kerja yang kuat. Periode, finansial, tenaga manusia serta alat – alat yang di gunakan terbatas. Sehingga membutuhkan pengelolaan yang berbeda dari yang sudah pernah dilakukan.
Ada alasan yang menjadi tujuan utama dalam pemilihan manajemen proyek :
• Tingkat kesulitan dalam tugas-tugas yang di berikan meningkat, sehingga di perlukan ketelitian.
• Cepatnya perkembangan teori maupun praktek.
• Risiko-risiko dan biaya-biaya proyek di masa datang dapat turun.
• Biaya meningkat, lamanya bisa dipakai suatu barang menurun dan hilangnya nilai suatu barang.
Sedangkan contoh Manajemen Proyek antara lain:
1. Proyek pembuatan Robot
2. Proyek Pembuatan Website
3. Proyek Pembuatan Software
4. Proyek Pembuatan Aplikasi
5. dll.
MANAJEMEN RISIKO
Resiko atau risk, memiliki berbagai pengertian. Risiko bisa dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang mengancam benda atau seseorang dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
- Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
- Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
- Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
- Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
- Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.
Risiko dapat terjadi pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan. Risiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, pegawai, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.
sumber:http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manajemen-proyek-dan-resiko.html
Langganan:
Postingan (Atom)

